Debat Cawapres : Sandi Boleh Jadi Lebih Muda, Namun Kyai Maruf Amin Lebih Visioner, Jawab 10 years Challenge

1). Aspek ketenagakerjaan di luar dugaan memberikan element of surprise tertinggi bagi sosok ulama KH Maruf Amin. “Pemahaman terhadap pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja yang dimulai dari pendidikan, pelatihan, kerjasama dan kolaborasi, dan juga pentingnya meluruskan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri dengan paradigma baru untuk menarik kemaslahatan dan menolak kerusakan benar-benar menyentuh hati kara pekerja Indonesia baik di dalam maupun luar negeri. Kyai Maruf Amin dengan nuraninya berbicara dengan kebaikan untuk umat, penuh kejujuran dan inilah yang menjadi sisi keunggulan KH Maruf Amin, yakni dasar-dasar terhadap pemahaman kemanusiaan”

2). Dengan tampilan debat tersebut rakyat melihat bahwa boleh jadi Sandiaga Uno lebih muda namun KH Maruf Amin jauh lebih visioner, program kongkret dan menjawab kebutuhan. “Menjadi pemimpin nasional memerlukan kematangan lahir batin. Kedewasaan alam pikir yang digerakkan oleh suara hati pemimpin. Kearifan Kyai Maruf menjadi daya unggul yang menyebabkan apa yang disampaikan penuh dengan kejujuran dan sebagai saripati suara umat.”

3). Demikian halnya dalam kebudayaan, pemahaman terhadap pentingnya opera house, pemahaman budaya digital, namun saat bersamaan berakar pada kebudayaan bangsa, menunjukkam Kyai Maruf mampu melampaui ekspektasi banyak orang. “Dalam diri Kyai Maruf, nilai-nilai Islami menjadi bingkai kemajuan dan bahasa yang disampaikan pun akrab bagi kalangan anak muda”.

4). Keseluruhan tampilan debat akhirnya membawa diferensiasi Kyai Maruf sebagai sosok berpengalaman dan penuh dengan kebijaksanaan, sebaliknya Sandi tampil dalam kemudaan secara fisik, namun gagal mengelaborasi visi misi.

Hasto Kristiyanto
Sekretaris TKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas