DPC PDI Perjuangan Jogja Laporkan  Akun Yang Rendahkan Martabat Megawati Soekarnoputri

Ketua DPC PDI Perjuangan Jogja Eko Suwanto

JOGJA-DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta  melaporkan tujuh akun Twitter ke Polda DIY atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).  Dipimpin langsung ole Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakart Eko Suwanto dan diikuti sejumlah pengurus serta didampingi 4 orang Penasihat  hukum dan saksi saki. Tujuh akun tersebut dinilai mempublikasikan hoax, ujaran kebencian, fitnah dan hasutan pada Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan.

“Ketujuh akun terebut secara jelas telah merendahkan harkat martabat dan kehormatan Presiden ke 5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan , Ketua umum kami Megawati Soekarnoputri. Kita juga laporkan akun akun yang mendiskreditkan PDI Perjuangan yang merupakan Partai yang sah dan konstitusional serta pada pemilu 2019 mendapatkan dukungan rakyat sehingga memenangkan Pemilu” tegas Eko Suwanto Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta didampingi Sekretaris DPC Wisnu Sabdono Putra dan Bendahara DPC Endro Sulaksono di sela – sela pelaporan di SPKT Mapolda DIY, Rabu (24/6/2020).

Lebih lanjut Eko Suwanto  yag juga menjabat Ketua Komisi A DPRD DIY mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendalaman terhadap fakta yang didapatkan di sosial media. Pada laporan awal, pihaknya menyebutkan  tujuh akun Twitter yang diduga memenuhi syarat pelanggaran pada UU ITE.

“Berdasarkan penelusuran kami,  ada dugaan pelanggaran UU ITE berisi ujaran kebencian, fitnah dan hasutan dari 7 akun yang mencemarkan nama baik Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan dan Presiden Republik Indonesia ke-5. Serta akun akun yang mengganggu martabat PDI Perjuangan sebagai Partai politik yang sah dan konstitusional. Kami laporkan ke Polda DIY dengan tetap mengedepankan jalan hukum sesuai koridor hukum,” ungkap Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta ini mengatakan bahwa pihaknya telah  menunjuk empat kuasa hukum untuk mengawal kasus tersebut.

“Ibu Megawati merupakan Ketum PDI Perjuangan dan lahir di Jogja, jadi kewajiban kami untuk menjaga harkat martabat dan harga diri beliau. Kami berharap Polda segera menindaklanjuti dan melakukan proses hukum sesuai aturan yang ada. Kita harap aparat segera menangkap dan melakukan proses hukum bagi dalang, pelaku maupun penyandang dana aksi brutal di sosmed itu,” imbuh politisi muda PDI Perjuangan Eko Suwanto.

Ketujuh akun yang dilaporkan  ini, imbuh  Eko Suwanto, sejak beberapa hari lalu memasang hastag TangkapMegaBubarkanPDIP di cuitannya. Hal tersebut dinilai PDI Perjuangan Kota Yogyakarta merupakan tindakan inkonstitusional dan melanggar hukum.

“Hal inilah yang menjadi alasan kami tergerak  untuk melaporkan kepada pihak berwajib. PDI perjuangan partai sah dan dari sisi ini tuntutan bubarkan PDIP merupakan hal inkonstitusional dan ngawur. Mensikapi serangan hitam ini, kami kedepankan jalur hukum Kita tempuh jalur hukum agar dalang, pelaku dan penyandang dananya lekas ditangkap dan dihukum seberat beratnya agar kehidupan demokrasi berlangsung indah dan sehat,” pungkas Eko Suwanto. ( * )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *