Pendiri Perempuan Bergerak Dilantik Menjadi Anggota DPRD Provinsi NTT

Kupang, Senin 25 Juni 2018 menjadi momentum penting dalam catatan parlemen Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pengukuhan terhadap tiga anggota DPRD NTT masa jabatan 2014-2019.

Acara pengukuhan Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD dipimpin langsung oleh H. Anwar Pua Geno ketua DPRD Provinsi NTT.

Juga turut hadir Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Wakil Gubernur Benni Litelnoni, Kapolda NTT, serta jajaran Petinggi TNI wilayah Nusa Tenggara Timur.

Ketua DPRD NTT mengutarakan,

“Sepanjang sejarah parlemen Nusa Tenggara Timur baru kali ini terjadi representasi perempuan paling banyak sepanjang sejarah. Sebelumnya ada tujuh perempuan, dan kini bertambah menjadi sembilan.

Dalam keterangan secara lisan Aulora Agrava Modok, biasa disapa Ola salah satu pendiri Warga Perempuan Bergerak yang dilantik sebagai anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD NTT.

Aulora Agrava Modok (Ola) optimis dengan pertambahan jumlah perempuan di parlemen NTT.

“Sebagai perempuan NTT, saya merasa terhormat karena turut menyumbang peningkatan representatif perempuan di DPRD NTT. Sekalipun ini mendorong optimisme perempuan NTT dalam partisipasi membangun daerah dan kesejahteraan perempuan” papar Ola.

Dirinya juga menekankan, bahwa kaum perempuan adalah salah satu entitas penggerak ekonomi daerah. Maka, kedepan pemberdayaan perempuan harus bisa menjadi salah satu model yang berkontribusi maksimal terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Abi Rekso selaku Juru Bicara PKP-BERDIKARI yang turut menghadiri pelantikan itu, mengapresiasi amanah jabatan itu.

“Dia (Aulora Agrava Modok) salah satu perempuan muda hebat dari NTT. Selama ini perjuangannya terhadap kaum perempuan menjadi modal politik yang kuat. Masa depan NTT ada ditangannya kelak. Bahkan menurut informasi, Aulora adalah Anggota DPRD NTT termuda”, papar Abi Rekso.

Abi Rekso meyakini kinerja Aulora di parlemen akan membawa agenda perubahan di NTT. Selain itu Aulora salah satu kader terbaik PDI-P yang ada.

“Perubahan itu tidak harus selalu besar, politisi seperti dirinya dengan masa jabatan yang singkat bisa membawa sedikit perubahan namun mendasar!” tutup Abi Rekso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *