Prihatin Gerakan Mahasiswa 11 April kehilangan Marwah gambaran Logika Cendana, HTI dan jaringannya.

_*Jakarta*_ – Sejumlah besar agenda perjuangan reformasi masih belum tuntas, penuntasan kejahatan Soeharto, korupsi selam 32 tahun, kasus BLBI belum tuntas sampai sekarang ? ditambah persoalan perampokan Century, Mangraknya Hambalang, tidak jelasnya penyelesaian mafia Petral. Itu serentetan persoalan yang mesti dituntaskan dan menjadi Isyu gerakan yang diperjuangkan mahasiswa.

Yang terjadi sekarang teriakan mengklaim atas nama rakyat dan mahasiswa Indonesia tidak terdengar tuntutan Isyu penuntasan permasalahan diatas. Semestinya gerakan mahasiswa turun kejalan mendukung penuntasan kasus BLBI sampai tuntas, seret para pengemplang BLBI, tuntaskan skandal Century, Petral dan mangkraknya Hambalang !

Namun justru sebaliknya Presiden Jokowi yang tegas sedang menuntaskan skandal BLBI menyita harta yang dirampok, tegas pada koruptor, mengeluarkan terobosan kebijakan untuk rakyat miskin dimasa pandemi malah dituntut mundur oleh gerakan yang mengatasnamakan mahasiswa, sangat aneh logika siapa yang dipakai ? Apakah logika rakyat atau logika peresekongkolan mafia Cendana, Cikeas, jaringan eks HTI yang dipakai.

Persekongkolan jahat aliansi hitam mafia oligarki Cendana, Cikeas jaringan eks HTI tengah merancang dan memanfaatkan Mahasiswa untuk menjatuhkan Pemerintahan Jokowi apapun caranya. Mahasiswa yang digerakkan mereka adalah kader kader kampus jaringan eks HTI, Ikhwanul Muslimin yang sel selnya telah menyebar ke setiap organisasi mahasiswa. Dalam gerakannya lebih mengusung kepentingan idiologinya bukan keresahan dan kepentingan rakyat. Tujuan utamanya pemerintahan ini harus dirontokan mengambil alih kekuasaan untuk mewujudkan cita cita idiologinya.

Dengan kondisi gerakan yang mengatasnamakan gerakan mahasiswa Indonesia diatas lebih dari gerakan yang mewakili elit oposisi barisan sakit hati yang dendam pada Jokowi karena jaringan kepentingan mafia bisnisnya di rontokan Jokowi. Sangat memprihatinkan justru mengdegradasi Marwah gerakan mahasiswa yang semestinya berada di front terdepan membela dan memperjuangkan rakyat kecil dan selamatkan rakyat dari dampak pandemi Covid 19.

Dengan adanya gerakan mahasiswa 11 April 2022 itu memperjelas posisi dan membuka tabir siapa saja yang tidak henti hentinya melakukan aksi berjilid jilid untuk menjatuhkan Jokowi. Sebaliknya Jokowi akan semakin dicintai rakyat Indonesia sebagai pemimpin yang sederhana dan bersatu dengan rakyat.

Semoga Allah Tuhan YME selalu melindungi seluruh rakyat Indonesia. Amiin YRA

_*Jakarta , 7 April 2022*_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.