Produk Gerakan Politik, Keputusan Ijtima Ulama III Tidak Perlu Dipatuhi

Komentar Pers, Hendardi, Ketua SETARA Institute, 3 Mei 2019 terkait Ijtima Ulama III adalah sebagai berikut :

1. Produk Itjima Ulama III adalah pendapat sekumpulan elit politik yang mengatasnamakan ulama
Indonesia untuk tujuan politik praktis dan jauh dari semangat memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan
dan kenegaraan. Sebanyak 5 butir keputusan itu bukanlah produk hukum melainkan produk kerja
politik, sehingga tidak perlu dipatuhi oleh siapapun.

2. Keputusan itu lebih merupakan ekspresi dari kelompok masyarakat dan bagian dari kritik terhadap
penyelenggaraan Pemilu 2019, yang secara umum telah dilaksanakan dengan prinsip keadilan Pemilu.
Jika pun terdapat berbagai kekurangan, pelanggaran, dan kekecewaan, maka semua itu diselasiakan
melalui mekanisme demokratik yang tersedia.

3. Keputusan Ijtima yang semakin kehilangan legitimasinya itu, lebih menyerupai provokasi elit kepada
publik untuk melakukan perlawanan dan mendelegitimasi kinerja penyelenggara Pemilu. Sekalipun
kebebasan berpendapat dan berkumpul ini dijamin oleh UUD Negara 1945, akan tetapi, jika keputusan
itu memandu gerakan-gerakan nyata melakukan perlawanan atas produk kerja demokrasi melalui
jalur-jalur melawan hukum, termasuk menggagalkan proses Pemilu, maka aparat keamanan dapat
mengambil tindakan hukum.

4. Dari 5 butir keputusan Ijtima Ulama III, tampak terlihat inkonsistensi keputusan yang satu dengan
lainnya. Satu sisi mendorong BPN Prabowo-Sandi menempuh jalur legal-konstitusional; tetapi di sisi
lain tanpa mau repot beracara di Mahkamah Konstitusi, Ijtima ini meminta pasangan Jokow-Maruf
didiskualifikasi dari proses kontestasi.

5. Hasil kesepakatan sejumlah elit ini hanya mempertegas praktik politisasi agama oleh sejumlah elit,
seperti penggunaan argumen _amar ma’ruf nahi munkar,_ penegakan hukum dengan cara _syar’i_
sebagai cara membakar emosi umat. Sudah cukup bukti bahwa politisasi agama dan membakar emosi
umat telah membuka jarak antarwarga dan memperkuat segregasi sosial diantara kita. Ini waktunya
kita kembali menyatu dalam wadah Indonesia.[

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas