Rakyat Yogya Komitmen Membela Indonesia dari Ancaman Radikalisme

Dukungan sikap tegas pemerintah untuk menguatkan kembali semangat ke-Indonesian jadi satu poin pernyataan yang disampaikan oleh masyarakat Yogyakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Sabtu, 20 Mei 2017.
Ratusan warga Yogyakarta yang mewakili beragam elemen masyarakat bersama-sama suarakan sembilan pernyataan sikap di Embung Langensari Yogyakarta. Pemerintah juga harus tegas kepada siapapun yang merongrong Pancasila, tidak boleh kalah.
Di sisi lain pemerintah juga perlu mengajarkan dan memperkuat nilai Pancasila di tiap jenjang dan jenis pendidikan sebagai upaya menangkal ideologi, suara dan doktrin yang bertentangan dengan ideologi bangsa.
“Kami siap menjaga, membela, merawat dan memajukan NKRI dalam bingkai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika. Kami ingin NKRI tegak berdiri di tengah peradaban bangsa,” kata Endro Sulaksono, Komandan Barisan Satu Komando (Baskom) Yogyakarta saat membacakan pernyataan sikap.
Poin yang lain adalah dukungan kepada pemerintah untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia sebagai ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan selalu berupaya menghilangkan nasionalisme Indonesia.
Pemerintah RI, diharapkan bisa segera membersihkan lembaga-lembaga negara dari anasir-anasir HTI.
Disebutkan, melalui pernyataan sikap bersama yang disuarakan oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai asrama mahasiswa dari seluruh nusantara, ormas juga warga di sekitar Embung Langensari, aksi bersama ini bisa jadi penangkal atas maraknya radikalisme, sektarianisme, rasisme hingga aksi separatisme.
Endro berharap energi bangsa ke depan bisa bersatu kembali untuk saling menguatkan semangat kebangsaan, sesuai momentum kebangkitan nasional.
“Kita minta pemerintah bertindak tegas dengan membubarkan ormas yang berperilaku intoleran sebagai langkah pertama menangkal gerakan radikal yang menjerumuskan bangsa kepada kehancuran. Kita dukung Pemerintah bubarkan HTI serta ormas lain yang nyata-nyata melawan Pancasila dan mengancam NKRI,” kata Endro Laksono.
Kegiatan aksi bersama Dari Yogya Membela Indonesia diwarnai juga dengan menyalakan ribuan lilin yang ditempatkan di sekeliling Embung Langensari, setelah sebelumnya peserta aksi membacakan Pancasila, UUD 1945, menyanyikan lagu nasional dan pembacaan pernyataan sikap.
Simbolisasi dukungan juga diberikan oleh sejumlah peserta aksi dengan menorehkan cap jempol darah di akhir pembacaan pernyataan sikap.
“Kita ingin menyalakan lagi semangat agar bangsa Indonesia bercahaya kembali sebagai warisan yang membanggakan anak cucu kita,” kata Endro.
Menyambut aksi refleksi kebangkitan nasional tersebut, Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY menyatakan komitmen menegakkan NKRI adalah janji suci founding father’s yang harus kita jaga bersama.
Aksi “Cahaya Untuk Bangsa, Dari Yogya Membela Indonesia” membawa pesan juga bahwa pemerintah wajib selenggarakan pendidikan Pancasila dalam sistem pendidikan nasional.
“pemda bisa menyusun kebijakan dan dukungan anggaran untuk memulai pendidikan Pancasila, baik melalui sekolah maupun masyarakat. Pendidikan Pancasila harus diiringi keteladanan oleh elit yang ada, termasuk aparat Pemda se DIY, ” kata Eko Suwanto, politisi muda PDI Perjuangan.
Selain penegakan hukum, perlu dihidupkan sanksi sosial bagi orang orang yang bertindak melawan Pancasila, misalnya pelaku tindak intoleransi selain dihukum penjara juga dihukum untuk menyapu Malioboro atau membersihkan Kali Code.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *