Seknas JOKOWI : Pilkada DKI Damai, Berkualitas dan Berintegritas

Hari Rabu, 19 April 2017 merupakan hari yang sangat dinantikan oleh seluruh warga Jakarta untuk menentukan masa depan kota Jakarta 5 (lima) tahun kedepan. Pilkada DKI putaran kedua sebagai sebuah pesta rakyat, sejatinya memberi dan membuka ruang kegembiraan kepada rakyat untuk memilih dan menentukan pilihannya secara bebas dan merdeka.
Seknas JOKOWI melihat ada fakta gemuruh pesta rakyat telah terkooptasi libido kekuasaan yang menistakan dan menghina akal budi dengan politisasi identitas, meretakkan rumah kebhinekaan, gangguan keamanan dan tertib social serta kehilangan kepercayaan diri sebagai bangsa yang beradab.

Menurut M Yamin, Ketua Umum Seknas JOKOWI, Pilkada Jakarta putaran pertama merupakan untaian rangkaian serial local election untuk memilih pemimpin lokal yang telah memberi lesson learned betapa ringkihnya demokrasi. Pertaruhan dua pasangan calon, antara
Basuki-Djarot dan Anies-Sandi membuka mata kita, demokrasi hanya baru sebatas simbolik dan prosedural. Nilai-nilai luhur dan keyakinan dasar
demokrasi untuk memilih dan dipilih tanpa memandang suku, ras dan
agama sebagai hak konstitusional yang telah diletakkan oleh founding
fathers bangsa di bonsai dan diuji dengan berbagai macam cara. Kontradiksi dimainkan baik
mempertentangkan muslim dan non-muslim, pribumi dan non-pribumi, juga pengusiran pasangan calon.

Pendidikan politik rakyat dan masih rendahnya ruang informasi tentang kebhinekaan, good and clean governance, pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan merupakan pekerjaan rumah kita semua, terutama Masyarakat Sipil. Maraknya politisasi identitas membuat pesta rakyat menjadi hambar dan
dangkal sambung Muhammad Yamin.S.H.

Bagi Nazarudin Ibrahim, Ketua Bid. Otonomi Daerah Seknas JOKOWI, dalam rangka mewujudkan Pilkada DKI yang damai, berkualitas dan berintegritas adalah tugas dan tanggung jawab seluruh stake holders penyelenggara Pilkada, pemerintah, peserta Pilkada (pasangan calon
gubernur/wakil gubernur), tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat
keamanan dan pemilih.

Yamin melanjutkan, hari Rabu besok merupakan hari kegembiraan, hari
untuk berpesta, saatnya rakyat menuntaskan pilihannya dengan senyum
dan wajah ceria di setiap ruang bilik TPS tanpa beban dan ketakutan.

Nazarudin menambahkan, dalam menunaikan pilihannya pemilih dapat melakukannya secara sadar, tanpa ada paksaan dan objektif berdasarkan prestasi, kinerja dan kualitas kepemimpinan pasangan calon.

“Pilkada merupakan sarana demokrasi, jalan untuk menyatukan dan bukan untuk memisahkan. Oleh karena itu saatnya untuk menyatukan langkah dan keyakinan sebagai anak bangsa untuk menjaga dan mengawal NKRI yang majemuk, toleran, harmoni dan damai” pungkas Nazar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *