BANGUNLAH JIWANYA, BANGUNLAH BADANNYA, UNTUK INDONESIA RAYA

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Bismillaahir rahmaanir rahiim.

Sebagai warga negara, atau ORMAS ke agamaan apapun, Seharusnya sama sama menjaga NKRI agar selalu dalam Rahmat dan Ridho – NYA, dengan Saling Memperingatkan dengan cara yang baik baik, dan bergotong royong antar ummat.

Konsep negara ini udah bagus banget, UUD 45, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, konsep yang tidak keluar dari Al Qur’an dan Hadist, hanya manusia manusianya aja yang keblinger, terlebih sebagian yang memegang kekuasaan, keblinger persis kayak penjajah yang maruk dengan sumberdaya yang ada di Indonesia, termasuk sumberdaya manusia yang gampang disogok dengan materi dan sumberdaya sebagian masyarakat yang “keblinger”, JADI DEH PADA RAKUS dan saling memanfaatkan untuk kepentingan golongannya.

Karena memang sudah kehendak-Nya, maka Indonesia menjadi negara yang Mayoritas Muslim, kalau bukan KEHENDAK-NYA kan belum tentu juga jadi mayoritas.

Oleh sebab itu sebagai MUSLIM harusnya umat Muslim bisa menjadi TELADAN, bukannya jadi TERORIS “berbulu domba” (orang2 yg pura2 beriman), menghasut, tereak-tereak kafirin orang tanpa dasar, korupsi, fitnah sana sini, maki maki babi ke orang seenaknya.

——

Nah kalau ada yang bertanya mengenai Bangkit-nya Islam dibumi NKRI yang kita cintai ini, ya ituu … Bangkitnya setiap individu muslim didalam JIHAD MELAWAN segala “KEBURUKAN YANG ADA DIDALAM DIRI KITA MASING-MASING” alias “HAWA NAFSU” berdasarkan agama Islam agar menjadi Muslim dan Muslimah yang bener bener ber-TAUHID alias Meng ESA kan ALLAH, yang tabayyunn dan tasabbut…

Bangkitnya Islam itu bukan mengkafir-kafirkan orang, tereak tereak, kufar kafir, buba babi, TAPI tereka tereak di Masjid, merintih kepada ALLAH dan bertaubat dengan mengagungkan “KALIMAH TOYYIIBAH” guna MEMBUNUH segala keburukan yang ada didalam diri kita, MEMBUNUH KERAKUSAN yang ada didalam diri, MEMBUNUH kebodohan yang ada didalam diri kita sendiri.

Bangkitnya Islam itu, dari yang awalnya beriman kepada ALLAH harus meningkat sempai Meng-IMANI ke ESA an NYA (Ber Tauhid Murni), sampai kita mampu melihat dirikita yang ternyata selalu diliputi kesalahan dan selalu berlaku dholim terhadap diri sendiri.

Dengan demikian, dengan penuh kesadaran kita akan memahami bahwa “Segala perkara adalah milik Allah, dan tetaplah senantiasa hanya kepada-Nya”.

——-
Inget donk ama TANBIH, “semestinya sikap manusia yang penuh kesadaran, meskipun terhadap orang asing (non-muslim); karena mereka itu masih keturunan Nabi Adam AS. *”kan udah dijelasin di Al Qur’an Surah Isro ayat 70, yang kurang lebih berarti: *”Sangatlah Kami mulyakan keturunan Adam, dan Kami sebarkan mereka di darat dan dilautan dan Kami beri kepada mereka rizki yang baik-baik dan Kami mengutamakan mereka lebih utama dari makhluk lainnya.”

Kesimpulannya, kalau kita meyakini bahwa kita adalah keturunan Nabi Adam AS, berartikan bukan hanya orang Islam aja yang dimuliakan Allah, dan kita sekalian harus saling harga menghargai, jangan timbul ke”tersinggungan”, kekecewaan terhadap umat lain, karena di Surat Al-Maidah ayat 2, Allah juga berfirman: “… hendaklah tolong menolong dengan sesama dalam melaksanakan kebajikan dan ketakwaan dengan sungguh-sungguh terhadap agama maupun negara, sebaliknya janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan terhadap perintah agama maupun negara”

Mengenai soal keagamaan, itu terserah agamanya masing-masing, mengingat Surat Al-Kafirun ayat 6: “Agamamu untuk kamu, agamaku untuk aku” Maksudnya jangan terjadi perselisihan, wajiblah hidup rukun dan damai, saling harga menghargai, tetapi janganlah sekali-kali ikut campur.

——-
Jelas kan? Memangnya ada yang tau bahwa kita akan lahir menjadi manusia Cina, Irian, Batak, Jawa, Sulawesi, Sunda, dan lain sebagainya, semuanya kan sudah KETENTUAN YANG MAHA KUASA … termasuk, ada YANG BERAGAMA INI-ITU kan bukan hak manusia juga, semua sudah KETENTUAN ALLAH … AGAMA itu kan nasihat dan KEIMANAN ITU ALLAH yang menanamkannya disetiap hati manusia.

Oleh sebab itu, SANTUNLAH DENGAN SEGALA KETENTUAN ALLAH, jangan jadikan diri kita sebagai TUHAN yang dengan semena-mena mengkafir-kafirkan, babi-babi in orang lain.

Nah itu tuh, SANTUN TERHADAP SEGALA KETENTUAN YANG MAHA KUASA harusnya masuk agenda BANGKITNYA ISLAM.

——- AYO SAHABAT-SAHABAT FB kita bangkit untuk menjaga NKRI, utamakan BANGKIT dalam keimanan kita masing-masing untuk memperbaiki diri kita agar menjadi BANGSA yang di-RIDHOI dan selalu di beri RAHMAT oleh YANG MAHA KUASA.

Ini yang dimaksud dengan membela Islam. “BANGUNLAH JIWANYA (memperbaiki akhlak), BANGUNLAH BADANNYA (bergotong royong antar umat dan sesama dalam kebaikan guna menjaga keutuhan NKRI) HIDUPLAAAH INDONESIA RAYA … MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA

Segala perkara milik Allah dan tetaplah kepada-Nya, dan Allah Maha Mengetahui apa-apa yang ada di Hati makhluk NYA. Al Fatihah, AAMIIN

——–
**Reff. – QS 1; QS 2: 62; QS 3: 102-105; QS 5: 2, 69; QS 17: 70; QS 24: 21; 35-38; QS 76: 30; QS 109: 6 – Uquudul Jumaan, Miftahus Shudur, Tanbih, Futuh al-Ghoib, Fath ar-Rabbani, Tafsir Al Jailani, Tafsir Jalalen.

Penulis : Efo Hadi as Syarif Hidayatullah

http://aljauhar.strikingly.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *